Fisikawan Teoritis Raih Hadiah Nobel Riset Lubang Hitam

Fisikawan Teoritis Raih Hadiah Nobel Riset Lubang Hitam

Lubang Hitam bisa jadi subjek sangat misterius di alam. Lubang Gelap membelokkan ruang serta durasi dalam metode yang berlebihan serta memiliki suatu. Ketidakmungkinan matematika, individualitas, serta barang yang amat panas serta padat di dalamnya.

Tetapi bila Lubang Gelap itu terdapat serta sangat gelap, gimana dapat kita menelitinya? Pada 6 Oktober kemudian panitia Hadiah Nobel memublikasikan kalau apresiasi Nobel 2020 aspek fisika. Diserahkan pada 3 orang Sir Roger Penrose, Reinhard Genzel, serta Andrea Ghez selaku akademikus yang berdedikasi. Menolong menciptakan balasan dari persoalan besar. Andrea Ghez ialah wanita keempat yang memenangkan hadiah ini aspek fisika.

Robert Penrose merupakan seseorang fisikawan teoritis yang berpusat pada lubang hitam, serta ciptaannya sudah pengaruhi bukan cuma aku. Tetapi pula semua angkatan lewat novel serialnya yang terkenal yang diisi dengan coretan yang amat bagus mengenai rancangan mendalam fisika.

Aku berlatih di Pennsylvania State University pada 1990-an, dikala itu Penrose lagi jadi dosen serta periset pengunjung. Aku memiliki banyak peluang buat berhubungan dengannya. Sepanjang bertahun-tahun tahun aku merasa terintimidasi oleh kehebatannya, aku cuma diam-diam buat. Mengintip ia di kantornya lagi membuat coretan lukisan ilmu yang nampak abnormal pada kediaman kerjanya.

Kala aku kesimpulannya memiliki kegagahan buat berdialog dengannya, aku dengan cara otomatis tersadar kalau ia merupakan orang yang amat ramah.

Bintang Yang Nyaris Mati Membuat Lubang Hitam

Roger Penrose memenangkan separuh hadiah buat hasil risetnya pada 1965 yang membuktikan-menggunakan serangkaian alasan. Matematika-bahwa dalam situasi yang amat biasa, modul yang pingsan hendak mengakibatkan pembuatan sesuatu Lubang Gelap.

Ini membuka mungkin kalau cara astrofisika dari runtuhnya gaya tarik bumi, yang terjalin dikala bintang. Kehilangan materi bakar nuklir, bisa mendesak terjadinya Lubang Gelap di alam.

Ia pula sudah dapat membuktikan kalau di pusat dari Lubang Gelap tentu ada individualitas raga. Suatu subjek dengan kepadatan tidak terbatas, di mari hukum fisika berjatuhan.

Dalam individualitas, rancangan ruang, durasi, serta modul kita berhamburan; membongkar perkara ini bisa jadi merupakan permasalahan terbanyak dalam fisika filosofi hari ini.

Penrose menghasilkan rancangan serta metode matematika terkini sepanjang meningkatkan fakta ini. Persamaan- persamaan yang diturunkan Penrose pada 1965 sudah dipakai oleh para fisikawan yang menekuni Lubang Gelap semenjak dikala itu.

Kenyataannya, sebagian tahun setelahnya, Stephen Hawking, bersama Penrose, memakai perlengkapan matematika yang serupa buat meyakinkan kalau bentuk kosmologi Big Bang-model terbaik kita dikala ini buat menguasai gimana semua alam sarwa muncul-memiliki individualitas pada dikala yang amat dini.

Ini merupakan hasil dari Penrose-Hawking Singularity Theorem yang populer. Kalau sudah matematika membuktikan kalau Lubang Gelap astrofisik bisa jadi betul-betul terdapat di alamlah yang menggerakkan studi buat mencari Lubang Gelap memakai metode astronomi. Tampaknya, semenjak bentuk Penrose pada 1960-an, beberapa lubang gelap sudah diidentifikasi.

Lubang Gelap Main Yoyo Dengan Bintang

Sisa dari separuh hadiah sudah dibagikan pada astronom Reinhard Genzel serta Andrea Ghez, yang mengetuai regu buat mencari kehadiran Lubang Gelap supermasif- empat juta kali lebih padat dari Matahari di pusat Bima sakti Bima Ajaib.

Genzel merupakan seseorang astrofisikawan di Max Planck Institute for Extraterrestrial Physic, Jerman serta University of California, AS. Ghez merupakan seseorang astronom di University of California, AS.

Genzhel serta Ghez sudah memakai teleskop terbanyak di bumi Obsevatorium Keck serta teleskop yang amat besar serta menekuni pergantian bintang di dalam zona yang diucap Sagittarius A di pusat bima sakti kita.

Mereka berdua dengan cara mandiri menciptakan suatu subjek yang masif 4 juta kali lebih padat dari Matahari yang tidak nampak serta menarik bintang-bintang ini, membuat mereka beranjak dengan metode yang amat tidak lazim. Ini dikira selaku fakta sangat memastikan dari lubang gelap di pusat bima sakti kita.

Hadiah Nobel 2020 ini, yang menjajaki Hadiah Nobel 2017 buat riset gelombang gaya tarik bumi dari Lubang Gelap, serta temuan luar lazim terakhir semacam lukisan dari cakrawala lubang gelap oleh Event Cakrawala Telescope pada 2019, sudah berikan gagasan serta wawasan buat seluruh pihak, spesialnya spesial buat kita yang terletak dalam komunitas kenisbian serta gaya tarik bumi yang menjajaki jejak Albert Einstein.

oreo

View more posts from this author